Kutubu Sittah,apa itu?

Imam Az-Zahabi, mengatakan, kitab hadis yang ditulis Imam Bukhari merupakan kitab yang tinggi nilainya dan paling baik, setelah Alquran.
Di antara sederet kitab hadis yang ditulis para ulama sejak abad ke-2 Hijriah, para ulama lebih banyak merujuk pada enam kitab hadis utama atau Kutub As-Sittah. Keenam kitab hadis yang banyak digunakan para ulama dan umat Islam di seantero dunia itu adalah Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmizi, Sunan An-Nasai,  serta Sunan Ibnu Majah. 

 

Sahih al-Bukhari

 

Kitab hadis ini disusun oleh Imam Bukhari. Sejatinya, nama lengkap kitab itu adalah Al-Jami Al-Musnad As-Sahih Al-Muktasar min Umur Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassallam wa Sunanihi.  Kitab hadis nomor satu ini terbilang unggul, karena hadis-hadis yang termuat di dalamnya bersambung sanadnya sampai kepada Rasulullah SAW.

 

‘’Sekalipun ada hadis yang sanadnya terputus atau tanpa sanad sekali, namun hadis itu hanya berupa pengulangan,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Karena kualitas hadisnya yang teruji, Imam Az-Zahabi, mengatakan, kitab hadis yang ditulis Imam Bukhari merupakan kitab yang tinggi nilainya dan paling baik, setelah Alquran.

 

Dengan penuh ketekunan dan semangat yang sangat tinggi, Imam Bukhari menghabiskan umurnya untuk menulis Shahih Al-Bukhari. Ia sangat prihatin dengan banyaknya kitab hadis, pada zaman itu, yang mencampuradukan antara hadis sahih, hasan, dan dhaif – tanpa membedakan hadis yang diterima sebagai hujah (maqbul) dan hadis yang ditolak sebagai hujah (mardud).

 

Imam Bukhari makin giat mengumpulkan, menulis, dan membukukan hadis, karena pada waktu itu hadis palsu beredar makin meluas. Selama 15 tahun, Imam Bukhari berkelana dari satu negeri ke negeri lain untuk menemui para guru hadis dan meriwayatkannya dari mereka.

 

Dalam mencari kebenaran suatu hadis, Imam Bukhari akan menemui periwayatnya di mana pun berada, sehingga ia betul-betul yakin akan kebenarannya. Beliau pun sangat ketat dalam meriwayatkan sebuah hadis. ‘’Hadis yang diterimanya adalah hadis yang bersambung sanadnya sampai ke Rasulullah SAW.’’

 

Tak hanya itu. Ia juga memastikan bahwa hadis itu diriwayatkan oleh orang yang adil dan kuat ingatan serta hafalannya. Tak cukup hanya itu. Imam Bukhari juga akan selalu memastikan bahwa antara murid dan guru harus benar-benar bertemu. Contohnya, apabila  rangkaian sanadnya terdiri atas Rasulullah SAW – sahabat – tabiin –tabi at tabiin – A –B – Bukhari, maka beliau akan menemui B secara langsung dan memastikan bahwa B menerima hadis dan bertemu dengan A secara langsung.

 

Menurut Ibnu hajar Al-Asqalani, kitab hadis nomor wahid ini memuat sebanyak 7.397 hadis, termasuk yang ditulis ulang. Imam Bukhari menghafal sekitar  600 ribu  hadis. Ia menghafal hadis itu dari 90 ribu perawi. Hadis itu dibagi dalam bab-bab yang yang terdiri dari akidah, hukum, etika makan dan minum, akhlak, perbuatan baik dan tercela, tarik, serta sejarah hidup Nabi SAW.

 

Sahih Muslim

 

Menurut Imam Nawawi,  kitab Sahih Muslim memuat 7.275 hadis, termasuk yang ditulis ulang. Berbeda dengan Imam Bukahri, Imam Muslim hanya menghafal sekitar 300 ribu hadis atau separuh dari yang dikuasai Imam Bukhari. ‘’Jika tak ada pengulangan, maka jumlah hadis dalam kitab itu mencapai 4.000,’’ papar Ensiklopedi Islam.

 

Imam Muslim meyakni, semua hadis yang tercantum dalam kitab yang disusunnya itu adalah sahih, baik dari sisi sanad maupun matan. Seperti halnya Shahih Bukhari, kitab itu disusun dengan sistematika fikik dengan topiknya yang sama.

 

Sang Imam, tergerak untuk mengumpulkan,  menulis, dan membukukan hadis karena pada zaman itu ada upaya dari kaum zindik (kafir), para ahli kisah, dan sufi yang berupaya menipu umat dengan hadis yang mereka buat-buat sendiri. Tak heran, jika saat itu umat islam sulit untuk menilai mana hadis yang benar-benar dari Rasulullah SAW dan bukan.

 

Soal syarat penetapan hadis sahih, ada perbedaan antara Imam Bukhari dan Imam Muslim.  Shahih Muslim tak menerapkan syarat terlalu berat. Imam Muslim berpendapat antara murid (penerima hadis) dan guru (sumber hadis) tak harus bertemu, cukup kedua-duanya hidup pada zaman yang sama.

 

Sunan Abi Dawud

 

Kitab ini memuat 5.274 hadis, termasuk yang diulang.Sebanyak 4.800 hadis yang tercantum dalam kitab itu adalah hadis hukum. ‘’Di antara imam yang kitabnya masuk dalam Kutub as-Sittah,  Abu Dawud merupakan imam yang paling fakih,’’ papar Ensiklopedi Islam.

 

Karenanya, Sunan Abi Dawud  dikenal sebagai  kitah hadis hukum, para ulama hadis dan fikih mengakui bahwa seorang mujtahid cukup merujuk pada kitab hadis itu dan Alquran. Ternyata, Abu Dawud menerima hadis itu dari dua imam hadis terdahulu yakni Imam Bukhari dan Muslim. Berbeda dengan kedua kitab yang disusun kedua gurunya itu,  Sunan Abi Dawud mengandung hadis hasan dan dhaif.Kitab hadis tersebut juga banyak disyarah oleh ahli hadis sesudahnya.

 

Sunan At-Tirmizi

 

Kitab ini juga dikenal dengan nama Jami’ At-Tirmizi.  Karya Imam At-Tirmizi ini mengandung 3.959 hadis, terdiri dari yang sahih, hasan, dan dhaif. Bahkan, menurut Ibnu Qayyim al-Jaujiyah, di dalam kitab itu tercantum sebanyak 30 hadis palsu. Namun, pendapat itu dibantah oleh ahli hadis dari Mesir, Abu Syuhbah.

 

‘’Jika dalam kitab itu terdapat hadis palsu, pasti Imam At-Tirmizi pasti akan menjelaskannya,’’ tutur Syuhbah. Menurut dia,  At-Tirmizi selalu memberi komentar terhadap kualitas hadis yang dicantumkannya.

 

Sunan An-Nasa’i

 

Kitab ini juga dikenal dengan nama Sunan Al-Mujtaba. An-Nasa’I menyusun kitab itu setelah menyeleksi hadis-hadis yang tercantum dalam kitab yang juga ditulisnya berjudul As-Sunan Al-Kubra  yang masih mencampurkan antara hadis sahih, hasan, dan dhaif. Sunan An-Nasa’I  berisi 5.671 hadis, yang menurut Imam An-Nasa’I adalah hadis-hadis sahih.

 

Dalam kitab ini, hadis dhaif terbilang sedikit sekali. Sehingga, sebagian ulama ada yang meyakini kitab itu  lebih baik dari Sunan Abi Dawud dan Sunan At-Tirmizi. Tak heran jika, para ulama menjadikan kitab ini rujukan setalah Sahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.

 

Sunan Ibnu Majah

Kitab ini berisi 4.341 hadis. Sebanyak 3.002 hadis di antaranya terdapat dalam Al-Kutan Al-Khasah  dan 1.339 hadis lainnya adalah hadis yang diriwaytkan Ibnu Majah. Awalnya, para ulama tak memasukan kitab hadis ini kedalam jajaran Kutub As-Sittah, karena di dalamnya masih bercampur antara hadis sahih, hasan dan dhaif. Ahli hadis pertama yang memasukan kitab ini ke dalam jajaran enam hadis utama adalah Al-Hafiz Abu Al-fadal Muhammad bin Tahir Al-Maqdisi (wafat 507 Hijiriah)

Qurban yok….

Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

 

Refreshing bareng guru n family

Dana di dapat dari Kemenag.
Di penghujung bulan Nopember thn kmarin,kami keluarga besar TPQ mendapat kesempatan menikmati pemandangan alam dan sejuknya hawa pegunungan nan asri. ya,di daerah trawas. Vila yang kita sewa 750.000 sehari semalem serasa kurang. Berangkat dari Surabaya dgn 4 mobil (21 peserta) dan 1 motor –he2…penulis naik motor, gara2 1 mobil mogok-.
Dua jam perjalanan enjoy aja mereka nikmati meski sering nanya dimana vila lindam itu. Maklum kami memang blm prnah ksana.hanya penulis dan bbrapa tman yg sdh ksana. Maghrib masih di perjalanan dan mampir sholat di masjid sodara kita di daerah mojosari. Isyak sdh pada datang di lokasi.hanya penulis aja yg ktinggalan. Jam 8 malm baru nyampek. ban motor bocor!
Lelah tapi lega.ktmu ama keluarga guru2 TPQ dgn wajah2 sumringah.anak2nya jg demikian.tak ketinggalan jg para murid yg juara saat festival anak sholehpun kita ajak gabung ngikuti rekreasi ini.
Jam tidur? Banyak tempat yg membuat kita kumpul bahkan tidur bareng. Bapak2 banyak menghabiskan nonton tv sampai ketiduran.yg gak suka nonton milih tidur di lantai 2 berselimut tebal beralas karpet, hangat.
Sebelum subuhpun banyak yg sdh bangun karena kedinginan. Sholat subuh berjamaah di lantai atas,berlanjut dgn musyawaroh guru sampai pkl 7.00. Ibu2 yg lain mempersiapkan sarapan pagi, menu favoritku, pecel!. Dalam forum musyawaroh itu di adakan Facebook manual. Caranya dengan memberikan secarik kertas kosong dengan hanya bertuliskan nama mereka saja. Kemudian masing2 guru saling memberikan kritik saran kepada guru yg lain selama 3 menit. Selanjutnya kertas di geser ke yg lain, dan nulis kritik saran lg buat nama yg tertulis di kertas yg dia pegang itu, 3 mnt jg waktunya. Berputar terus sampai kertas yg ada nama dia sendiri. Dan terbacalah semua uneg2 dari teman2 guru yg lain tentang kpribadian,cara ngajar,sikap pd siswa,dll. Ini bertujuan sebagai evaluasi selama setahun mendidik murid/santri TPQ.
Selesai sarapan bareng,saatnya persiapan go to air terjun ndlondong beramai-ramai. Tdk sempat menghabiskan telo godhog di mobil,eh…udah nyampek di lokasi. Karena memang jaraknya dekat dari vila. 500 meter dari parkiran membuat kami mau tdk mau harus berjalan sedikit mendaki. Cuaca yg ckp bersahabat menambah ramai lokasi ini.ratusan peserta out bond dari event oganiser tampak kental banget meramaikan suasana. Ada yg kemah,merangkak,memanjat,flying fox dan banyak lg,termasuk pasangan muda yg kasmaran.
Keluarga besar guru TPQ hanya sdikit berbasah-basah di bawah hembusan angin dingin tercampur dari cipratan teman-teman yg main di bawah air terjun ini. Entah knp koq dinamakan ndlondong air terjunya?. Ah,,,gak soal buat kami soal nama itu. Yg penting hepi…
Sejam sdh menikmati sejuk dan segar bahkan dinginya suasana pegunungan,memaksa kami berfoto ria dgn backdrop ndlondong,tp tdk sampai ngglondong krn terpeleset saat action dpan kamera HP dr temen2 guru. Untuglah msh blm hujan,jd kami msh smpat mampir pasar- pulangnya,buat oleh2. Kbtulan ada petani yg panen telo kawi,”borongggg!!!”,celetuk penulis. Duren tdk ketinggalan ! haahhh,puas menikmati semuanya.tinggal capeknya,tidurpun akhirnya jadi pilihan terbaik di mobil smpai pulang. Alkhamdulilah.

pondokku yg Romadzon.

Alkahmdulilah…,puji syukur kehadiratNya atas semua anugrah dan hidayahNya yg sdh diberikan pd kita semua. Tdk lupa sholawat dan salam juga tetap tercurahkan pd Nabi kita Muchammad SAW.

Di kali kesekiannya,TPQ kita ngadakan pondok Romadlon yg di ikuti sekitar 100 peserta santriwan santriwati dari total santri 170-an anak. Memang acara ini di utamakan bagi mereka yg sdh berpuasa penuh ,Maghrib.

Peserta lomba adzan


Berawal dgn kegiatan lomba mewarnai kaligrafi Arabic dan membuat/menulis kaligrafi. (acara ini berlangsung sejak pkl 10.30 bertempat di masjid Nurul Hikmah). Begitu adzan dluhur berkumandang oleh cak legh dari Jambi,seluruh peserta wajib segera menyudahi kegiatannya,dan ngantri wudlu untuk sholat wajib/dluhur.
Peserta yg memang banyak dari anak2 ini sedikit juga terkadang mbuat repot gurunya. Sambil nunggu qomat,yg satu di suruh diam saja,yg lain malah playon gak bias diam (ah dasar jg anak2-penulis dulu mungkin jg gitu?) .sementara yg lain juga ada yg sholat sunah,ngapalin do’a- do’a bahkan nderes al qur’an dgn tertib.
Setelah sholat dluhur,acara dilanjutkan dgn lomba da’i kecil dgn tema PUASA. Sedangkan yang lain ada yg ngikuti lomba adzan.tentunya dgn juri dari masing2 kelas.Tak ketinggalan juga lomba tartil baca al qur’an dgn metode tilawaty yg di menangkan oleh adik Meme yg masih kelas 2 SD, namun menyentuh sekali suara dan nadanya,makhroj dan panjang pendeknya,PAS banget!

Berkat ketekunan guru-gurunya yang juga tidak lepas dari peran orang tua.


Peserta yang brjumlah 100-an anak ini tentu juga sedikit membuat was-was panitia,karena MCK yang masih dalam renovasi. Maka untuk nyiasati itu,yang laki2 MCK ada di toilet lama,yg perempuan di dalam wisma tamu. Alkhamdulilah,tanpa kendala berarti,sholat Asharpun bisa dilakukan secara berjama’ah di masjid.
Selepas Ashar,kegiatan dilanjutkan di luar masjid.acaranya final dari lomba-lomba tadi. Munculah suasana Gayeng,trenyuh,akrab,bangga bercampur jadi satu. Terkadang kita tak menyangka,betapa pintarnya adik2 kita. Bahkan ada orang tua yg kalah dalam kemampuan mbaca al qur’an dan hafalan do’a-do’anya. Lebih pasnya lagi,ini semua karena Ada ijtihad,ada 5 unsur yg berjalan (pemimpin,orang tua,aghniyak,mubalegh,dan pakar pendidik),dan jadilah PPG yang yesss!!!.

Lomba kaligrafi kelas tilawaty 1 dan 2


Bukti nyata sudah di depan mata,kemampuan generasi penerus pejuang agama Alloh tidak mati. Mungkin sekarang kita belum merasakan secara maksimal,tapi 10 atau 20 thn lagi,Insya Alloh akan berasa sekali hasil pembinaan cabirawit ini. Maka dgn segala kemampuan dan keterbatasan yang ada ini,mari kita rumongso hanggarbeni sebagai orang tua bahwa anak adalah tambang emas yang harus kita jaga,kita pupuk,kita ramut,kita lestarikan ila yaumil maut kita masing-masing.
Akhirnya dari kegiatan ini setelah semua peserta pondok romadlon mengikuti sholat terawih bersama,dilanjutkan dengan penutupan oleh Bp.H.Syamsu sebagai Pembina TPQ. Beliau berpesan kepada semuanya bahwa perjuangan agama ini tirulah Rosululloh yang tidak pernah pantang menyerah.ingat juga pepatah mbah yai,”ribuan rintangan,jutaan pertolongan,milyaran kemenangan,sorga pasti!”. Amiiin….

Andini ilma,juara 1 lomba da’i. Bukan karena dia anaknya kasek TPQ,tapi semata karena kemampuan yang dia miliki.



Para santriwati siap dgn kemampuan baca alqur’an secara tartil

Study banding kita

Program kegiatan TPQ yang satu ini memang di tunggu2 sejak lama,krena memang seneng banget suasananya. Tujuan pelaksanaan ini selain menambah wawasan proses belajar mengajar juga menjadi anjang sana keakraban antar pengurus masjid dan TPQ itu sendiri.

Berangkat dari Surabaya pkl.13.30 menuju Gresik utara yg lewat jalan tol ini hanya perlu waktu sejam meski sering bertanya-tanya karena memang belum pernah menuju kesana (daerah Roomo,Gresik).

Tanya jawab dengan kasek sana

Berawal dengan sholat Ashar secara berjama’ah dulu (termasuk para santri), kemudian langsung menuju ke masing2 kelas untuk sekedar sharing dengan para ustadzahnya. Memang ada beberapa kesamaan,namun tetep ada nilai plus yang harus di akui. Maklum TPQ di Masjid Roomo ini sdh menjadi pilot project. Anak2 santrinya sdh banyak yang lancar dalam menghafal al qur-an.termasuk juga para pra remajanya.

Semua itu tdk terlepas dari peran orang tua dan pengurus.misal jika ada yang nakal,maka semua pengurus dan orang tua wajib mengingatkan.termasuk juga jika ada keterlambatan dalm pembayaran shodaqoh buat TPQ (10.000 per bulan),maka guru akan mengingatkan,jika dalm 2 bulan masih juga blm mbayar,maka pengurus akan mendatangi ke rumah orang tuanya,di tanya kenapa? ada apa? dan macem2 (tentu dgn harapan bisa membantu).

Kedua donatur TPQ saling berbagi trik untuk kemajuan masing2 TPQnya.

Beberapa sarpras juga sdh terpenuhi,termasuk gedung milik sendiri dgn 2 lantai yg cukup megah (sebagian sumber dananya di dapat dari beberapa PMA yg ada di sekitarnya). 10 ruang kelas dan kantor yg lumayan memadai.terbukti ketika kami (3 mobil/21 orang) akan pamit,para pengurus sana mempersilahkan dulu untuk sekedar mencicipi makanan khas Gresik (bandeng otak-otak) dan menu-menu yang lain. Gayeng dan kenyang…

Pemberian tali asih dari pembina TPQ Nurul Hikmah (H.Syamsu-sblah kanan) kepada ketua takmir masjid roomo.

Wal hasil setelah sholat maghrib kami pamit pulang.sempat juga belanja oleh2 buat yg di rumah,minuman legen dan pudak. Alkmdulilah…banyak sekali manfaat yg didapat dari study banding ini. semoga bermanfaat.amin…

Latihan sholat tasbih

Salah satu kegiatan cabirawit bulan ini adalah sholat tasbih,nderes bacaan al qur’an,ndengerin khotbah jum’at lanjut sholat jum’at terus ngrangkum nasehat.terakhir lunch bareng.

nderes al qur-an setelah sholat tasbih

 SHOLAT  TASBIH

A.Pengertian

Sholat Tasbih adalah sholat yang dilaksanakan untuk mensucikan diri dari Dosa-dosa, dengan mengerjakan sholat ini, Alloh akan mengampuni berbagai macam dosa, yaitu :

  1. Awalnya Dosa
  2. Akhirnya Dosa
  3. Dosa Yang Sudah Lama Dikerjakan
  4. Dosa Yang Baru Dikerjakan
  5. Dosa Yang Disengaja
  6. Dosa Yang Tidak Disengaja
  7. Dosa Yang Kecil
  8. Dosa Yang Besar
  9. Dosa Yang Samar ( Tidak Ada Orang Yang Mengetahui )
  10. Dosa Yang Tampak ( Ada Orang Yang Mengetahui ) Baca lebih lanjut

Refreshing @ delta fishing

Program akhir tahun 2011 cabirawit kita. Setelah melakukan KBM selama setahun penuh,saatnya memang rehat sebentar,buat ngendorin saraf2 yg tegang. Pilihan tempat jatuh pada wilayah sidoarjo yg memang tdk jauh dr surabaya/Gunung anyar.cukup 3o menit prjalanan. Dengan hanya berbekal 10 ribu/peserta sdh bisa menikmati perjalanan PP,tiket masuk (2 ribu),makan siang n soft drink.

lunch bareng di puncak "kapal delta"

Menurut pendapat beberapa peserta, acara ini memang sangat kurang waktunya,(cuman 4 jam).sehingga panitia (mbak Ifa dan mas Salam) memutuskan untuk segra pulang,karena tidak ada mushola yang memadai.padahal jumlah pserta 165 anak,belum termasuk orang tua dan guru pendamping.

mejeng dulu sblm lunc bareng

Sebagian panitia